SatuNet.co,Depok – Ayodya Pala Art Center sekarang sedang mempersiapkan kalender event 2026.
Umtul itu dilakukan sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata, seni dan budaya.
Wakil Ketua Ayodya Pala Art Center, Denta Mandra Pradipta Budiastomo kepada wartawan mengatakan, tahun 2026 pihaknya akan menggelar berbagai macam even seni dan budaya Kota Depok.
“Di tahun 2026 ini kami siapkan Calender Event Seni dan Budaya di Kota Depok, ” katanya, Ahad (25/1/2026).
Untuk itu menggelar ‘Pojok Budaya’ di Depok Open Space (DOS) setiap minggunya. Disini, nantinya siswa Ayodya Pala akan menunjukkan kebolehannya di bidang seni tari.
“Pemkot Depok memberikan ruang kreatif bagi anak-anak muda untuk berkreasi di Depok Open Space,” ujarnya.
Event lainnya adalah memperingati Hari Tari dan HUT ke-46 Ayodpa Pala pada April 2026.
Denta menuturkan, perayaan ulang tahun sanggar itu bukan sekadar acara selebrasi, tetapi juga menjadi ajang untuk memotivasi para generasi muda agar semakin mencintai seni tari.
“Kami ingin seni tari dan budaya di Kota Depok terus berkembang, dikenal lebih luas, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Harapannya semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk belajar dan melestarikan budaya daerah,” ungkapnya.
Denta menambahkan, selama 46 Tahun Ayodya Pala berkarya sudah banyak yang dilakukan. Salah satunya adalah menghidupkan tradisi, dan menggerakan generasi.
“Menjaga akar tetap kuat, namun membiarkan dahan terus tumbuh menjangkau masa depan. Kami tidak hanya mewariskan gerak, kami menanamkan jiwa,” tegasnya.
Denta menjelaskan, 46 tahun bukan hanya sekadar perjalanan waktu, melainkan sebuah dedikasi tanpa henti untuk menjaga denyut nadi budaya bangsa.
“Kami percaya bahwa tugas terbesar kita bukan hanya menjaga warisan, tetapi menghidupkan tradisi agar tetap relevan di jantung zaman, dan menggerakkan generasi agar mereka bangga akan identitasnya. Mari terus melangkah, karena seni adalah bahasa abadi yang menyatukan masa lalu dengan masa depan,” tukasnya.
Denta menuturkan, Ayodya Pala sangat bangga menjadi bagian dari pelestari budaya bangsa.
“Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa,” ungkap Denta.
Pada kesempatan yang sama Ayodya Pala melaksanakan rapat kerja (raker) sebagai langkah untuk melakukan evaluasi agar lebih baik lagi. Di Raker Ayoda Pala, pihaknya menggandeng tokoh akademisi Prof. Bambang Shergi Laksmono sebagai pembicaranya.tutupnya











