SLB Negeri Jepara Perkuat Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat bagi Peserta Didik

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Jepara – Sekolah Luar Biasa (SLB) Jepara menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Tahun 2026, Kegiatan diresmikan sekaligus di buka Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo, Sabtu (17/10/26).

Laila Saidah Witiarso Utomo Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jepara dalam sambutannya menyampaikan Peringatan (HCTPS) momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan tangan sekaligus menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi peserta didik, termasuk anak-anak dengan hambatan penglihatan.

“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan memiliki manfaat besar dalam mendukung kesehatan sekaligus membangun kemandirian peserta didik di sekolah,” ujar Laila.

Sementara itu Pawestri Hasanah, S.Pd Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mewakili  SLB Negeri Jepara menyambut baik pelaksanaan kegiatan HCTPS, kegiatan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pembiasaan hidup sehat bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Menurutnya, kegiatan HCTPS bukan sekadar agenda seremonial. Kebiasaan mencuci tangan sebenarnya telah diterapkan secara rutin oleh siswa-siswi, terutama sebelum dan sesudah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pembiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan bina diri untuk membangun perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengakui, pelaksanaan gerakan cuci tangan pada setiap anak belum tentu dapat mengikuti enam langkah secara tepat dan sempurna. Hal tersebut berkaitan dengan hambatan serta kebutuhan individual yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, khususnya siswa dengan hambatan penglihatan.

Dikatakannya, Sekolah memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan, kebutuhan pendampingan, dan proses belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pembelajaran kebersihan diri tidak hanya berorientasi pada ketepatan gerakan, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan, pemahaman akan pentingnya kebersihan, dan peningkatan kemandirian sesuai kemampuan masing-masing anak.

“Konsistensi siswa dalam mencuci tangan sebelum dan sesudah makan menjadi hal positif yang patut diapresiasi,” ucap Pawestri.

Selain itu, Kebiasaan yang dilakukan secara berulang tersebut menunjukkan bahwa pendidikan hidup bersih dan sehat telah menjadi bagian dari rutinitas sekolah.

Ia menilai, Dengan kegiatan ini peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara langsung untuk mengenal kembali tahapan mencuci tangan yang benar. Pendampingan dan praktik nyata diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan mencuci tangan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing individu.

“Pendidikan kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus perlu dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten, pendekatan yang sesuai, dan pendampingan yang tepat,” imbuhnya.

Ia berharap, kegiatan ini semakin memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

dukungan dari Ketua TP PKK Kabupaten Jepara beserta seluruh pihak yang terlibat, dapat mendorong keberlanjutan program pembiasaan kesehatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *