SatuNet.co,Jepara – Menjadi suatu kebanggaan bagi Siska Norvita S.Pd, Guru Kelas Autis di SLB Negeri Jepara, Ia berhasil mendampingi anak didiknya Annisa Tadzkira Ayu Mutiara atau yang akrab disapa Tiara, siswa Kelas 6 C Tunagrahita membawa pulang trophy juara 1 Tingkat Nasional O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) tingkat Pendidikan Khusus (Diksus) di Jakarta.
Siska Norvita dengan jujur mengatakan baru pertama kali mendampingi O2SN, karena sebelumnya memegang keterampilan tata boga untuk anak tuna rungu wicara.
Ia dipercaya kepala sekolah mendampingi Annisa Tadzkira untuk melatih permainan Bocce, yang ia sendiri tidak paham dengan Bocce apalagi melatih. Setelah bertanya kepada teman – teman dan belajar dari sekolah lain, lalu ia mempraktekan kepada anak didiknya.
“Saya terapkan permainan Bocce kepada Annisa Tadzkira dan ternyata ia sangat cerdas dan verbalnya bagus jadi tidak kesulitan memberikan arahan, dan kami saling dukung,” ujar Siska, Selasa (27/10/26).
Ia mengatakan, Setiap hari kami latihan khusus bahkan dihari libur tetap masuk untuk latihan. Dalam latihan tetap menjaga mood dan harus pandai mengambil hati anak, agar latihan dan kegiatan berjalan maksimal. Karena jika anak tidak mood semua akan berubah total.
“Saya selalu merayu dan menyediakan apa yang dia inginkan sebagai penyemangat agar lebih bahagia dan senang,” ucap Siska.
Dijelaskannya, Ia berhasil melewati tahapan – tahapan mulai cabang dinas, provinsi dan naik ketingkat nasional. Menjelang ke tingkat nasional, ada pelatihan dari provinsi selama tiga hari dengan mengirimkan tenaga ahli untuk permainan Bocce.
Ia berharap untuk terus dapat melatih anak, karena anak memiliki kelebihan khusus, tidak hanya di akademik, tapi di bidang olahraga ataupun di bidang keterampilan.
Khususnya di SLB ini kita tidak pernah menekankan anak untuk akademiknya harus bagus, tapi kita mencoba menggali potensi mereka, apa yang mereka miliki selama ini yang mereka pendam, kita olah, kita gali, mungkin di bidang olahraga, mungkin di bidang keterampilan.
“Sebagai guru SLB mencoba untuk memenuhi kebutuhan itu dan terus melatih mereka. Terkadang ada down syndrome yang tidak bisa verbal, jadi tidak bisa diajak komunikasi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kebetulan Tiara bisa diajak komunikasi dan paham akan apa yang saya ucapkan, dan inginkan, jadi kami cocok. Jadi untuk melatih itu mudah.
“Alhamdulillah ini suatu kebanggaan bagi saya, karena pertama kali mengajar sudah langsung go Nasional,” pungkas Siska.











