DLHK Depok Kejar Target! Proyek RDF Segera Groundbreaking

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Depok –  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus mengejar persiapan proyek pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Cipayung.

Proyek ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada akhir 2026.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan pihaknya kini fokus menuntaskan persyaratan administrasi dan perizinan sebelum pembangunan dimulai.

“Targetnya sih tahun ini, tapi kan semuanya bertahap,” kata Reni di Balai Kota Depok, Senin (26/10/2026).

Reni menjelaskan, kelengkapan dokumen menjadi tahapan penting agar proyek RDF dapat segera memasuki proses pembangunan.

DLHK menargetkan perizinan rampung pada pertengahan hingga akhir November 2026.

“Kalau perizinan dan segala macam selesai, pertengahan atau akhir November, awal Desember itu sudah bisa groundbreaking. Itu target,” ujarnya.

Proyek RDF menjadi salah satu upaya DLHK Depok mendorong pengolahan sampah agar memiliki nilai guna, sekaligus mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Depok.

Selain RDF, Pemkot Depok juga menyiapkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, proyek PSEL masih berada dalam tahap penyelesaian sejumlah perjanjian kerja sama (PKS).

“Kalau PSEL itu sekarang masih tahapan penyelesaian beberapa PKS,” jelas Reni.

DLHK Depok juga berencana memperbaiki alat timbang di pintu masuk TPA Cipayung untuk memperkuat pengawasan volume sampah.

Saat ini, sampah yang masuk ke TPA Cipayung diperkirakan mencapai 800 hingga 900 ton per hari.

“Dengan adanya alat baru ini, kita bisa menghitung bukan berdasarkan volume kendaraannya saja, tapi juga berat masing-masing sampah yang masuk,” ungkapnya.

Menurut Reni, penimbangan berdasarkan berat akan membantu DLHK memperoleh data sampah yang lebih akurat.

Pasalnya, sebagian besar sampah Depok merupakan sampah organik dengan kandungan air yang membuat bobotnya relatif lebih berat.

DLHK berharap persiapan administrasi dan perizinan proyek RDF segera tuntas agar target groundbreaking pada akhir 2026 dapat terealisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *