SatuNet.co,Depok – Sekolah Cakra Buana menggelar seminar parenting inspiratif bertajuk “Super Student, Super Teacher, dan Super Parent” di Depok, Kamis (29/10/2026).
Mengusung visi kolaborasi global, acara ini menghadirkan pakar pendidikan internasional sekaligus Pengarah Pusat Bahasa Melayu Singapura, Abdul Haris, yang dihadiri langsung oleh para orang tua siswa. Ketua Dewan Pembina Sekolah Cakra Buana dan Bintara, Siti Nurul atau yang akrab disapa Eyang Titi, menegaskan bahwa upaya mencetak siswa yang unggul tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah.
Menurutnya, sinergi yang kuat dan satu visi antara orang tua dan guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan anak. “Orang tua menitipkan putra-putrinya ke sekolah ini, dan dibutuhkan kerja sama yang kuat.
Tidak akan sukses dalam pendampingan anak-anak bangsa kalau tidak ada kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah. Harus satu visi, tanpa itu tidak akan tercapai,” ujar Eyang Titi di sela-sela acara.
Eyang Titi juga menyampaikan bahwa kehadiran pakar internasional ini merupakan bentuk dedikasi dan persembahannya secara nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Depok.
Ia pun mengajak para orang tua untuk tidak ragu meluangkan waktu serta sumber daya demi masa depan buah hati mereka, termasuk mengundang para profesional dari berbagai bidang untuk bersedekah ilmu kepada para siswa di sekolah. “Anda dokter, Anda wartawan, apa yang bisa anda persembahkan kepada kami? Berbicara tentang bagaimana menjadi seorang wartawan atau dokter, anggap saja itu sedekah ilmu.Ilmu kalau tidak diamalkan untuk apa,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, narasumber utama seminar, Abdul Haris, memaparkan pentingnya mengubah niat dan gagasan pendidikan yang ideal dari sekadar angan-angan menjadi langkah nyata yang terukur.
Haris menekankan bahwa proses melahirkan generasi yang hebat harus diawali dari kesiapan mental dan keteladanan orang dewasa di sekitar mereka. “Bagaimana caranya kalau kita membuat pernyataan anak cerdas, anak hebat, itu merupakan satu komitmen.
Kalau kita mau anak-anak yang super, kita harus jadi super dulu. Kalau anak-anak kita berubah, kita harus berubah dulu,” tegas Abdul Haris.











