Djoni Satria Raih Best Narrative Award Maybank

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Jakarta – Pukul 02.45 WIB, ketika sebagian besar warga masih terlelap, Dedi Setiawan sudah bersiap meninggalkan rumah kontrakannya di Citayam, Kota Depok, Jawa Barat. Pedagang siomay dan batagor itu harus lebih dahulu mendatangi pasar untuk membeli bahan dagangan sebelum memulai aktivitas mencari penghasilan hari itu.

Rutinitas tersebut berlangsung hampir setiap hari. Namun, di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan persoalan yang tidak selalu terlihat oleh pembeli. Dedi harus mempertahankan usahanya ketika kebutuhan modal terus berjalan, sementara kebutuhan rumah tangga dan cicilan pinjaman juga menunggu untuk dibayar.

Kisah pedagang kecil itulah yang menjadi pintu masuk Djoni Satria, jurnalis RUZKA INDONESIA, untuk menelusuri persoalan akses permodalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hasil reportase tersebut dituangkan dalam feature berjudul “Agar Permodalan UMKM Tak Lagi Lepas dari Mulut Harimau, Keluar Diterkam Buaya”. Karya itu mengantarkan Djoni meraih penghargaan Best Narrative Award dalam Maybank Journalist Fellowship (MJF) 2026.

Penghargaan diumumkan dalam acara kelulusan (graduation) MJF 2026 yang diselenggarakan PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Indonesian Institute for Journalism (IIJ) di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).

Kategori Best Narrative Award kepada Djoni Satria diberikan langsung oleh Hendar, Komisaris Independen Maybank Indonesia.

Feature tersebut tidak hanya mengangkat persoalan kebutuhan modal Dedi. Tulisan itu juga menelusuri pilihan pembiayaan yang dihadapi pelaku usaha kecil, mulai dari pinjaman daring hingga bank keliling, serta risiko yang muncul ketika pembiayaan tidak sesuai dengan kemampuan usaha.

Untuk memperluas perspektif, Djoni menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari pelaku UMKM, perbankan, praktisi pendampingan usaha, hingga pengamat ekonomi. Pengalaman Dedi dipertemukan dengan penjelasan mengenai pentingnya literasi keuangan, akses pembiayaan formal, dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Bagi Djoni, persoalan UMKM tidak selalu berhenti pada tersedia atau tidaknya modal. Akses terhadap informasi, pemahaman mengenai layanan keuangan, dan kemampuan mengenali risiko pinjaman turut menentukan keputusan pelaku usaha.

Maybank Journalist Fellowship 2026 mengusung tema Strengthening Media Literacy for Responsible Finance. Program ini diikuti 24 jurnalis dari berbagai media, yakni Asia World View, Republika, RUZKA INDONESIA (ruzkaindonesia.id), Green Network Asia, GI-media.com, SenayanTalks, Infobank, Kompas TV, Media Indonesia, ayojakarta.com, Kontan, kumparan.com, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia, apakabar.co.id, Propertytimes.id, Suryapos Media, corebusiness.co.id, Investor Daily, Youtz Media, IDN Times, banteninside.co.id, csr-indonesia.com, dan Radar Bekasi. Program pengembangan kapasitas ini berlangsung selama hampir empat bulan.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (6/11/2026) Maybank Indonesia menyatakan rangkaian kegiatan mencakup delapan sesi pembelajaran pada Mei hingga Juni 2026. Setelah itu, peserta mengikuti diskusi, pendampingan (mentoring), serta menyusun karya jurnalistik.

Melalui program tersebut, para jurnalis mendapat kesempatan memperdalam pemahaman mengenai industri perbankan, kebijakan sektor keuangan, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat, terutama di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis.

“Maybank Journalist Fellowship bukan sekadar program pengembangan kapasitas jurnalis, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun dialog dan memperkuat hubungan yang terbuka serta konstruktif antara pelaku perbankan dan media. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti program ini dapat memberikan nilai tambah dalam menjalankan profesi jurnalistik,” ujar Steffano.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian MJF 2026, serta menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen mereka selama mengikuti program ini. Semoga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Steffano.

Jika Steffano menyoroti pentingnya hubungan antara media dan industri perbankan, Direktur Eksekutif Indonesian Institute for Journalism (IIJ), M. Umar Idris, melihat fellowship ini dari sisi penguatan kapasitas jurnalis. Ia menilai program tersebut relevan untuk memperluas wawasan jurnalis mengenai bisnis dan industri perbankan.

Menurut Umar, pemahaman terhadap bidang yang diliput akan membantu jurnalis menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, mudah dipahami, sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Dalam menjalankan profesinya, jurnalis kerap mendapat penugasan pada bidang tertentu yang mungkin belum banyak terekspos. Melalui kolaborasi dengan Maybank Indonesia, program ini dapat mengakselerasi pemahaman para jurnalis terhadap industri perbankan yang memiliki tantangan tersendiri, sehingga mereka mampu menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami, sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujar Umar.

Pemilihan karya jurnalistik terbaik dilakukan oleh dewan juri Maybank Journalist Fellowship 2026 yang terdiri atas Bayu Irawan, Head of Corporate Communications Maybank Indonesia; Eva Danayanti dari International Media Support (IMS); dan Hasudungan Sirait, pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Ketiganya memiliki latar belakang berbeda, mulai dari komunikasi korporasi, dukungan terhadap media, hingga profesi jurnalistik.

Pembelajaran dan pendampingan selama program kemudian bermuara pada karya jurnalistik yang disusun para peserta. Pada acara kelulusan, Maybank mengumumkan sejumlah penghargaan bagi karya-karya tersebut.

Penghargaan untuk Karya Jurnalistik

Adapun para pemenang program MJF 2026 yang memperoleh penghargaan atas karya jurnalistik yang dihasilkan selama mengikuti program adalah sebagai berikut:

• Juara 1 – The Jakarta Post – Ni Made Tasyarani – No End in Sight for MSME Lending Woes

• Juara 2 – Investor Daily – Teguh Adi Prasetyo – Perempuan dalam Pusaran Utang Bank Emok

• Juara 3 – Republika – Dian Fath Risalah – Merebut Gen Z, Saat Bank Syariah Menjual Solusi Bukan Sekadar Label

• Best Narrative – RUZKA INDONESIA – Djoni Satria – Agar Permodalan UMKM Tak Lagi Lepas dari Mulut Harimau, Keluar Diterkam Buaya

• Best Visual – CSR Indonesia – Wahyu Ari Wicaksono – Jerat Sunyi Perempuan UMi: Mengurai Jurang Literasi Finansial Perempuan Akar Rumput

Bagi Djoni, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas proses peliputan yang berangkat dari kehidupan sehari-hari pelaku usaha kecil. Kisah Dedi memperlihatkan bahwa persoalan keuangan tidak cukup dipahami melalui angka penyaluran kredit atau besarnya pembiayaan.

Ada pengalaman manusia, keterbatasan informasi, dan keputusan-keputusan yang harus diambil ketika usaha tetap harus berjalan.

Pada akhirnya, penghargaan bukanlah akhir dari pekerjaan jurnalistik. Kisah Dedi dan pelaku UMKM lainnya masih menyisakan persoalan yang membutuhkan perhatian dan pendalaman. Sebab, di balik setiap angka pembiayaan, selalu ada manusia yang sedang berusaha mempertahankan kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *