Ade Firmansyah mengapresiasi inisiatif Gubernur Jawa Barat yang menggelar rangkaian Kirab Budaya di sembilan kabupaten dan kota di Jawa Barat tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS tersebut, kegiatan Kirab Budaya menjadi langkah positif dalam menjaga, mengembangkan, serta memanfaatkan nilai-nilai budaya Sunda agar tetap dikenal generasi muda.
“Saya melihat ini bentuk inisiatif gubernur untuk melakukan promosi budaya. Apalagi beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak memakai APBD. Kita tentu mengapresiasi hal itu,” ujar Ade Firmansyah kepada awak media di sela acara Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, minggu malam (17/05/26).
Ade menilai, kirab budaya tidak hanya berbicara soal kesenian dan tradisi, tetapi juga mengandung nilai ideologi dan sejarah Sunda, termasuk warisan Padjadjaran serta pesan penting mengenai pelestarian alam.
Menurutnya, terdapat banyak nilai positif yang dapat diambil dari budaya sunda, khususnya terkait hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga ekosistem demi keberlanjutan lingkungan.
“Kalau kita lihat memang ada sisi mistis dalam budaya. namun saya melihat sisi positifnya adalah bagaimana masyarakat diajak menjaga alam dan keberlanjutan ekosistem. Ini yang digaungkan oleh KDM,” katanya.
Ade turut menjelaskan posisi budaya Kota Depok yang memiliki identitas Betawi Melayu, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara historis Depok tetap memiliki keterkaitan erat dengan budaya Sunda karena sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bogor.
“Perlu diingat, ada Batu Tulis Padjadjaran yang menunjukkan kaitan sejarah dengan budaya sunda. namun berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi terkait bahasa, wilayah Depok, Bekasi, dan sebagian Bogor masuk dalam budaya Betawi Melayu,” tutupnya.











