SatuNet.co,Jakarta — Allanasons Pvt Ltd (Allana Group), perusahaan makanan dan agribisnis asal Mumbai, India, dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in Global Halal Protein Export and Integrated Supply Chain pada gelaran Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20), Minggu (20/9) di Trans Hotel Jakarta.
Penghargaan ini menempatkan Allanasons sebagai penerima dari klaster Internasional, mewakili kontribusi pelaku industri halal lintas negara dalam memperkuat rantai pasok protein halal global.
Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi. Dewan juri terdiri dari Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Guru Besar Bidang Analisis Farmasi, untuk domain halal science, obat, kosmetik, dan bahan baku; Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia, untuk domain regulator dan kemitraan halal; Drs. Arief Hidayat Thamrin, M.M., Koordinator Data Riset dan Awards Management Specialist sekaligus CEO Salutee, untuk domain riset, media, dan awards management; serta Prof. Dr. Istianingsih Sastrodiharjo, SE, SH, M.S.Ak., Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, untuk domain corporate governance, etika bisnis, dan kinerja organisasi.
Dalam pertimbangan penjurian, Allanasons dinilai atas rekam jejak panjangnya sebagai pemain global dalam perdagangan protein halal. Berdasarkan profil korporasi resmi, Allana Group menelusuri jejak bisnisnya sejak 1865 dan memelopori ekspor daging kerbau halal beku dari India pada 1969.
Perusahaan juga melaporkan jangkauan pasar ke lebih dari 85 negara dengan basis lebih dari 10.000 pelanggan di berbagai kawasan. Rekam jejak lebih dari satu setengah abad inilah yang menurut dewan juri menjadikan Allanasons sebagai salah satu representasi paling matang dari partisipasi jangka panjang dalam perdagangan protein halal internasional, khususnya dari kawasan Asia Selatan.
Kapabilitas produksi dan rantai dingin turut menjadi dasar pertimbangan yang kuat. Berdasarkan data korporasi, segmen protein Allanasons dioperasikan melalui 10 fasilitas dengan kapasitas produksi tahunan 750.000 metrik ton dan kapasitas cold storage 66.000 metrik ton, didukung fasilitas pengolahan, pengemasan, dan armada transportasi berpendingin yang terintegrasi.
Beberapa fasilitas Allana juga terdaftar di direktori Agricultural and Processed Food Products Export Development Authority (APEDA) Pemerintah India, sistem yang mewajibkan pengujian mikrobiologis, penerbitan health certificate oleh otoritas veteriner negara bagian, hingga verifikasi otentikasi berbasis kode QR untuk setiap pengiriman ekspor daging dari India.
Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, menyampaikan pandangannya atas terpilihnya Allanasons sebagai penerima penghargaan pada klaster Internasional.
“Klaster Internasional Indonesia Halal Awards ditujukan untuk mengakui pelaku industri halal lintas negara yang berkontribusi nyata pada ekosistem halal global, dan Allanasons menampilkan profil kelembagaan yang memenuhi kriteria itu, mulai dari rekam jejak panjang, jangkauan pasar lintas benua, hingga infrastruktur rantai pasok yang terintegrasi,” ujar Fertiana Santy.
Ia menambahkan bahwa rekam jejak operasional panjang dan kapabilitas rantai dingin terintegrasi Allana menjadi faktor yang menonjol dalam deliberasi dewan juri.
“Dewan juri memandang penghargaan ini sebagai pengakuan atas kontribusi yang berkelanjutan dan terdokumentasi pada perdagangan protein halal global, bukan capaian sesaat. Rekam jejak lebih dari satu setengah abad, dipadukan dengan sistem kontrol ekspor yang disiplin, memberi Allana profil kelembagaan yang khas di klaster Internasional,” ujar Fertiana.
Ia juga menyoroti bahwa pengakuan ini hadir di momen yang strategis, menjelang penerapan penuh Wajib Halal pada Oktober 2026. Fertiana menyampaikan dewan juri berharap pengakuan ini mendorong lebih banyak kemitraan terdokumentasi antara pelaku industri halal internasional dan pemangku kepentingan di Indonesia menjelang penerapan penuh regulasi tersebut.
Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dan pasar makanan serta minuman halal Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu yang tumbuh paling cepat secara global seiring berlakunya ketentuan sertifikasi halal wajib.
Indonesia Halal Awards 2026 juga memberikan pengakuan kepada penerima dari delapan klaster lain, mencakup Lembaga Pemeriksa Halal, Badan Usaha Milik Negara, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Pendamping Proses Produk Halal, Pemerintah Daerah, Makanan Minuman dan Kosmetik, Leadership, serta Institusi Keuangan.
Allanasons Pvt Ltd, yang lebih dikenal dengan brand korporasi Allana Group, adalah perusahaan makanan dan agribisnis yang berpusat di Mumbai, India, dan menelusuri jejak bisnisnya sejak 1865. Portofolio Allana Group mencakup daging halal beku dan dingin, bubur buah, kopi, sereal, nutrisi hewan, makanan hewan peliharaan, minyak nabati, produk bakeri, es krim, protein nabati, dan jasa logistik berpendingin. Menurut publikasi korporasi, Allana Group menjangkau lebih dari 85 negara dengan basis lebih dari 10.000 pelanggan. Pada segmen protein halal yang menjadi lini inti, Allana mengoperasikan 10 fasilitas dengan kapasitas produksi tahunan 750.000 metrik ton dan kapasitas cold storage 66.000 metrik ton, didukung sistem kontrol ekspor terintegrasi di bawah pengawasan APEDA Pemerintah India.
Fortune India mencatat pendapatan Allanasons Pvt Ltd untuk tahun 2024 sebesar INR 9.863 crore atau setara sekitar USD 1,18 miliar. Fasilitas produksi Allana juga tersertifikasi ISO 9001 (sistem manajemen mutu), FSSC 22000 (sistem manajemen keamanan pangan), ISO 14001 (sistem manajemen lingkungan), dan ISO 45001 (sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja).











