SatuNet.co,Depok – Pembakaran sampah di lingkungan permukiman dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Paparan asap bakaran sampah tersebut tentunya akan berisiko bagi kelompok rentan.
Adapun diantaranya bagi balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit tertentu, seperti asma dan bronkitis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan.
“Selain menimbulkan polusi udara, asap pembakaran sampah mengandung partikel dan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan,” jelasnya kepada Wartawan Kamis (15/10/26).
Devi menjelaskan, pembakaran sampah berupa daun dan kayu dapat menghasilkan particulate matter (PM) 2,5 dan PM10.
Partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru.
Kemudian, berpotensi menurunkan fungsi paru dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sedangkan pembakaran sampah plastik dan bahan sejenisnya juga perlu diwaspadai.
Pasalnya, hal tersebut dapat menghasilkan senyawa berbahaya termasuk dioksin dan furan terutama apabila pembakaran berlangsung tidak sempurna.
“Paparan dioksin tertentu diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker, maka pembakaran sampah plastik secara terbuka perlu dihindari,” tambahnya.
“Melihat risiko yang berbahaya tersebut, Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan memilih cara pengelolaan yang lebih aman,” tutupnya.











