SatuNet.co,DEPOK—Sejumlah petugas kebersihan (pesapon) di Kota Depok mengeluhkan minimnya fasilitas penunjang kerja dan penanganan operasional dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kualitas alat kerja yang buruk, minimnya pasokan kantong sampah (polybag), hingga ketidaktersediaan seragam baru secara merata menjadi persoalan utama yang dihadapi para petugas di lapangan.
Salah seorang petugas pesapon yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rendahnya kualitas peralatan pendukung memaksa para petugas memutar otak. Tak jarang, mereka terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli sapu agar tugas membersihkan area jalan raya dan lingkungan kantor dapat tetap berjalan.
“Sapu dapet, tapi ya itu kalau dipakai rontok. Jadi kadang kita beli sendiri pake uang pribadi. Polybag juga pas-pasan, padahal kalau lagi tugas kaya di Car Free Day itu sampahnya numpuk banget kaya pasar tumpah,” ujarnya saat ditemui, Jumat, (16/10/2026).
Selain alat kerja, seragam dinas yang menjadi identitas dan penanda keselamatan petugas di jalan raya juga dinilai memprihatinkan. Jika sebelumnya para petugas terbiasa mengenakan pakaian dinas seragam berwarna oranye mencolok, kini mereka harus mengenakan pakaian dengan warna yang beragam.
“Banyak yang nanya, kenapa seragam pesapon sekarang enggak sama? Dulu kan oranye semua, jadi kelihatan pas kerja di jalan. Nah sekarang mah pelangi-pelangi, semua warna ada, ya karena kita emang enggak dapet jatah seragam baru,” cetusnya.
Ia menambahkan, meski sebagian petugas telah beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu dengan batas usia pensiun 58 tahun dan sistem dua shift, hal itu belum berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan maupun penyediaan sarana penunjang. Para petugas menduga berbagai persoalan ini belum sampai ke tingkat pimpinan karena belum adanya keberanian dari pihak pengawas maupun Koordinator Kecamatan (Korcam) untuk menyuarakan aspirasi tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, memberikan penjelasan terkait ketersediaan sarana dan prasarana kebersihan bagi para pesapon.
Reni mengakui adanya keterbatasan pasokan sarana kebersihan di lapangan saat ini. Namun, pihak DLHK telah mengambil langkah penanganan melalui penganggaran kembali pada anggaran perubahan.
“Ketersediaan memang terbatas, tapi di perubahan sudah dianggarkan kembali,” kata Reni saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Sebagai langkah jangka panjang, Reni menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemenuhan kebutuhan dan prasarana kerja khusus bagi para petugas kebersihan di Kota Depok.
“Insyaallah, saya evaluasi juga nanti jumlah yang tepatnya berapa untuk sarana kebersihan khusus pesapon,” pungkasnya.











