SatuNet.co,Depok – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mengajak aparatur sipil negara (ASN) mempersiapkan kesejahteraan hari tua sejak dini melalui pemahaman program tabungan, asuransi sosial, dan dana pensiun. Persiapan tersebut penting agar ASN dapat menjalani masa purnatugas dengan lebih tenang dan memiliki perencanaan keuangan yang matang.
“Ketika kemarin saya mendapat penjelasan dari rekan-rekan Taspen, ternyata programnya bukan hanya soal pensiun. Ada juga persiapan pensiun supaya ketika memasuki masa pensiun, kita tidak kaget dan sudah memiliki perencanaan,” ujar Kepala Diskominfo Kota Depok, Manto, saat membuka kegiatan Sosialisasi Program Taspen dan Peningkatan Kesejahteraan Hari Tua ASN di lingkungan Diskominfo Depok, Jumat (16/10/26).
Manto menjelaskan, selama ini Taspen kerap identik dengan urusan pensiun. Padahal, terdapat berbagai program yang perlu dipahami ASN, termasuk persiapan memasuki masa purnatugas, jaminan hari tua, serta perlindungan melalui program jaminan sosial.
Menurutnya, sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi ASN untuk memahami hak, manfaat, dan ketentuan program Taspen yang dapat menunjang kesejahteraan, baik selama masih aktif bekerja maupun setelah memasuki masa pensiun.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemahaman mengenai program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Ia menilai ASN perlu mengetahui cakupan perlindungan, mekanisme pengajuan klaim, serta ketentuan yang berlaku, termasuk perlindungan terkait kecelakaan dalam perjalanan maupun aktivitas lain sesuai aturan program.
“Perlunya kejelasan mengenai perlindungan apabila terjadi kecelakaan dalam perjalanan dari tempat kerja menuju rumah, maupun ketika seseorang melakukan aktivitas lain di luar perjalanan,” tuturnya.
Karena itu, Manto mengajak peserta memanfaatkan kegiatan sosialisasi dengan aktif bertanya kepada narasumber agar memperoleh informasi yang tepat mengenai manfaat dan prosedur layanan Taspen.
Selain memahami manfaat program tersebut, ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak masih aktif bekerja. Menurutnya, persiapan finansial sebaiknya dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu mendekati masa pensiun.
“Persiapan finansial tidak seharusnya ditunda hingga mendekati masa pensiun. Justru, semakin awal ASN mempersiapkan tabungan, semakin besar kesempatan untuk membangun cadangan keuangan secara bertahap,” tambahnya.
Manto menyarankan ASN menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan sesuai kemampuan, baik Rp100 ribu maupun Rp500 ribu. Nominal tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing, dengan tetap mengutamakan konsistensi.
“Kalau bisa, teman-teman mulai menabung dari sekarang. Jangan berpikir masih punya waktu 20 tahun lagi untuk pensiun. Kalau setiap bulan kita menyisihkan Rp500 ribu, lama-lama juga akan terkumpul tanpa terasa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan ASN agar memahami ketentuan setiap produk tabungan atau program yang diikuti, termasuk aturan pencairan dan pemanfaatan dana, sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan secara tepat.
Manto berharap, sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran ASN Diskominfo Depok untuk mempersiapkan kesejahteraan hari tua sejak dini.
“Kita harus memahami ketentuan setiap produk tabungan atau program yang diikuti, termasuk aturan pencairan dan pemanfaatan dana, sehingga keputusan keuangan dapat dilakukan secara tepat,” tutupnya.











