SatuNet.co,TEGALSARI — Semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi tampak memadati Halaman Mbah Tris, Desa Tegalsari, ketika Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar acara puncak Senam Massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin (17/8/2026).
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan tingkat kebugaran jasmani masyarakat sekaligus menjadi media pemersatu dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga lintas generasi.
Program kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi lapangan yang menunjukkan kecenderungan rendahnya aktivitas fisik harian masyarakat di Desa Tegalsari, khususnya kelompok ibu-ibu dan lansia.
Kurangnya kebiasaan bergerak secara teratur berpotensi menurunkan kapasitas daya tahan jantung-paru (kardiovaskular), fleksibilitas sendi, serta memperberat berbagai keluhan fisik maupun psikologis pada perempuan usia dewasa hingga lansia. Momen peringatan HUT RI ke-81 pun dinilai menjadi waktu yang sangat strategis untuk menggerakkan kembali kesadaran olahraga kolektif di lingkungan tempat tinggal.
Untuk merespons tantangan tersebut, mahasiswa pengabdian UNY yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan berkolaborasi secara intensif dengan pengurus PKK Desa Tegalsari.
Tim menyusun intervensi olahraga berbasis masyarakat yang dikemas secara terstruktur, aman, dan menyenangkan. Pemilihan konsep senam low impact menjadi prioritas utama agar seluruh elemen warga dari RT 01 hingga RT 03—mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia—dapat berpartisipasi aktif tanpa rasa khawatir akan risiko cedera.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemanasan untuk menyiapkan kondisi fisik dan menaikkan suhu tubuh peserta secara bertahap. Masuk pada sesi inti, instruktur memandu gerakan senam aerobik low impact yang dinamis namun tetap ramah bagi persendian.
Gerakan yang dikombinasikan secara cermat ini bertujuan untuk melatih fungsi kardiovaskular, kelenturan (flexibility), serta koordinasi gerak (coordination). Di akhir sesi, seluruh peserta mengikuti tahap pendinginan guna mengembalikan denyut jantung dan kondisi otot ke batas normal secara bertahap. Penyesuaian intensitas gerakan terbukti efektif menjaga para peserta lansia tetap berada di zona latihan yang aman dan terkontrol.
Tidak hanya memberikan dampak fisiologis yang nyata bagi kesehatan tubuh, kegiatan pengabdian ini juga memadukan unsur aktivitas fisik dengan penguatan nilai-nilai sosial budaya lokal.
Suasana keakraban antarwarga terlihat semakin erat saat memasuki sesi kegiatan pendukung setelah senam selesai. Tim mahasiswa bersama pengurus PKK menyelenggarakan acara ramah tamah yang diisi dengan kegiatan makan bersama, tradisi kado silang antar-RT, serta pembagian doorprize menarik yang menambah semarak perayaan.
Kehadiran ruang sosial yang inklusif ini terbukti ampuh melengkapi manfaat kebugaran fisik dengan kebahagiaan psikologis. Tradisi kado silang dan makan bersama sukses membuka ruang komunikasi yang hangat serta inklusif di luar rutinitas harian warga Tegalsari. Interaksi positif yang terjalin sepanjang acara berlangsung berhasil mencairkan suasana dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
Melalui sinergi yang kokoh antara mahasiswa, kader PKK, dan seluruh warga masyarakat, program puncak senam massal ini dapat terlaksana secara lancar, tertib, dan aman tanpa menimbulkan risiko cedera fisik.
Pengalaman positif yang dirasakan warga selama kegiatan ini diharapkan dapat memicu lahirnya kebiasaan berolahraga secara mandiri serta mendorong pembentukan agenda senam rutin di Desa Tegalsari demi mewujudkan ketahanan kesehatan masyarakat yang kokoh dan berkelanjutan.
Penulis : Elpina Lestari Mahasiswa KKN
Tingkatkan Kebugaran Jasmani











