SatuNet.co,Depok – Kakawin Sutasoma bukan sekadar warisan sastra klasik yang menyimpan jejak kejayaan intelektual leluhur Nusantara, melainkan sumber pengetahuan tentang nilai-nilai kemanusiaan, kebijaksanaan, dan kesadaran hidup yang tetap relevan hingga saat ini.
Naskah klasik ini bukan sekadar bernilai historis dan estetis, tetapi juga mengandung pemikiran etis dan spiritual yang dapat ditafsirkan kembali untuk menjawab persoalan masyarakat kontemporer, sehingga Kakawin Sutasoma dapat dipandang sebagai sumber pengetahuan peradaban.
Melalui kisah Sutasoma dan Purusada, kita diajak menyadari bahwa pertarungan antara cahaya dan kegelapan sesungguhnya tidak hanya berlangsung di luar diri manusia, tetapi juga di dalam batin setiap individu.
Kemenangan sejati bukan semata-mata menundukkan lawan, melainkan mengatasi kebencian, keserakahan, dan ketidaksadaran melalui kebijaksanaan, welas asih, serta keberanian untuk menegakkan kebenaran. Oleh karena itu, penelitian Kakawin Sutasoma menjadi seni pertunjukan, mewujudkan alih wahana sebagai jembatan antargenerasi. Penelitian filologis dipertemukan dengan musik, tari, sastra, dan seni pertunjukan agar kebijaksanaan yang tersimpan dalam teks dapat dialami, direnungkan, dan diaktualisasikan oleh masyarakat masa kini”, ungkap Ketua Tim Peneliti Kakawin Sutasoma Dr. Turita Indah Setyani.
“Pagelaran ini bisa menjadi model untuk diseminasi hasil penelitian. Melalui cara ini hasil penelitian akademik dapat disampaikan secara menyenangkan sehingga mudah diterima dan dipahami. Sutasoma adalah kanon tradisi yang sarat nilai dan ajaran mulia yang perlu digali dan diaktualisasikan untuk menjawab berbagai problem kekinian. Pagelaran ini merupakan cara kreatif dan inovatif mengaktualisasikan Sutasoma.”, ujar Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara ini, seperti Budayawan ibu Sri Teddy Rusdy, Presiden Direktur PT. J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor, Wakil Dekan 2 FIB UI Lily Tjahjandari, dan Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan.











