Ayodya Pala melalui Ayodya Art Center menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Pelatih dan Pelaku Seni Ayodya Pala (AP One) Angkatan ke-5

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Depok – Ayodya Pala melalui Ayodya Art Center menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Pelatih dan Pelaku Seni Ayodya Pala (AP One) Angkatan ke-5.

Hal ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kreativitas, karakter, dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang seni tari.

Program yang mengusung tema “Membentuk Pelatih dan Penggiat Seni Tari yang Kreatif dan Berkarakter” tersebut dibuka pada Sabtu (19/9/2026) di Ruang MiCC (Minimalist Creative Center), Gedung Parkir Lantai 8, Kompleks Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya Nomor 54, Kota Depok.

Wakil Ketua Ayodya Art Center Dr. Denta Mandra Pradipta Budiastomo mengatakan program AP One menjadi salah satu upaya Ayodya Pala menyiapkan generasi baru yang memiliki kemampuan dan karakter untuk melanjutkan pembinaan seni di lingkungan sanggar.

“Program tersebut diikuti 113 peserta yang merupakan siswa Ayodya Pala dengan masa pendidikan di atas semester 14,” kata Denta.

Menurut Denta, peningkatan kapasitas calon pelatih dan pelaku seni diperlukan agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis menari, tetapi juga mencakup kreativitas, karakter, kedisiplinan, serta profesionalisme.

Melalui AP One Angkatan ke-5, peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi pelatih dan penggiat seni yang mampu meneruskan proses pembinaan kepada generasi berikutnya.

“Program ini juga menjadi bagian dari keberlanjutan pembinaan sumber daya manusia di Ayodya Pala yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” ungkapnya.

Ia mengatakan calon pelatih tari Ayodya Pala sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak empat kali.

Angkatan pertama digelar pada 2014 dengan jumlah 60 peserta.

Kemudian angkatan kedua dilaksanakan pada 2017 dengan 64 peserta, angkatan ketiga pada 2019 dengan 68 peserta, dan angkatan keempat pada 2023 yang diikuti 96 peserta.

“Peningkatan jumlah peserta ini menunjukkan keberlanjutan proses kaderisasi di lingkungan Ayodya Pala sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pelatih seni yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan seni tari,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok Eko menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan dan kiprah Ayodya Pala dalam mengembangkan seni di Kota Depok.

Ia menilai manajemen Ayodya Pala menjadi salah satu contoh pengelolaan sanggar seni yang mampu bertahan dan berkembang dalam waktu panjang.

Menurut Eko, kegiatan pendidikan dan pelatihan calon pelatih merupakan bagian penting dari keberlanjutan sebuah sanggar karena regenerasi sumber daya manusia harus dipersiapkan secara terencana.

“Pelatih itu ada masanya, tetapi insyaallah Ayodya Pala melahirkan SDM-SDM baru,” kata Eko dalam sambutannya.

Ia menilai keberlangsungan Ayodya Pala hingga memasuki usia 46 tahun menunjukkan adanya proses pengelolaan organisasi yang dilakukan secara tertib dan berkelanjutan.

“Kalau tidak dikelola dengan sedemikian rupa, tertib, pasti tidak akan bisa bertahan selama ini,” ujarnya.

Eko menyebut Ayodya Pala sebagai salah satu contoh pengelolaan sanggar seni di Kota Depok yang dapat menjadi rujukan bagi sanggar lainnya.

Ia berharap sanggar-sanggar seni di daerah lain juga dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *