SatuNet.co,Depok – Aksi penjambretan dengan korban mayoritas wanita saat ini marak terjadi di wilayah Kecamatan Beji. Selama tiga hari, sudah terjadi dua kali aksi penjambretan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Kejadian penjambretan terjadi di Jalan H Aman Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, dimana seorang mahasiswa menjadi korban aksi kriminal jalanan.
Dimana SFA seorang mahasiswi menjadi korban penjambretan di wilayah Kukusan, Kecamatan Beji. Video aksi penjambretan beredar di media sosial. Dimana dalam unggahannya, akun tersebut turut membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penjambretan tersebut.
Dalam video itu, korban terlihat berjalan kaki di pinggir jalan dengan tas yang dibawa di bahu kanannya. Tiba-tiba, seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor datang dari arah belakang dan menarik tas korban.
Korban sempat berusaha mempertahankan tasnya. Namun, tarikan pelaku cukup kuat hingga membuat korban terjatuh dengan wajah membentur aspal.
Sebelumnya pejambretan juga dialami oleh seorang wanita Kemirijaya Kelurahan dan Kecamatan Beji.Dimana usai menjemput anaknya di salah satu sekolah dirinya menjadi korban peniambretan dekat rumahnya di Kemirijaya Kelurahan Beji. Atas kejadian tersebut dia kehilangan satu unit telepon genggam.
Sementara itu Kapolsek Beji, Kompol Antonius saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penjambretan terjadi sekitar pukul 11.22 WIB. Dimana saat korban hendak berangkat ke kampus dan melintasi Jalan Haji Amat, Kukusan, Kecamatan Beji.
“Saat itu korban dipepet oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor Honda Beat. Pelaku kemudian menarik tas korban secara paksa hingga korban terjatuh,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet. Setelah kejadian, korban mendapatkan penanganan medis di RS GPI dengan didampingi seorang saksi.
Kasus penjambretan itu telah dilaporkan ke Polsek Beji dengan nomor laporan polisi LP/B/129/X/2026/SPKT/Polsek Beji/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya tertanggal 25 Oktober 2026.
“Kami masih memburu pelaku penjambretan tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, Hingga Senin (26/10/2026), penyidik masih menelusuri keberadaan pelaku serta sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.











