Kepala Dinas DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni, Melakukan Penanaman Pohon Hari Keanekaragaman Hayati Internasional di UIII.

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Depok – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan menjaga lingkungan pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama yang harus tumbuh dari kesadaran setiap individu.

“Menjaga lingkungan bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga soal kesadaran dan tanggung jawab moral kita bersama. Bumi yang kita pijak hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak,” ucap dia saat dihubungi telusur, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, tantangan lingkungan terbesar yang saat ini dihadapi Kota Depok masih berkaitan dengan pengelolaan sampah.

Kota dengan jumlah penduduk yang terus bertambah itu menghasilkan sekitar 1.300 ton sampah setiap hari.

Reni menjelaskan, besarnya timbulan sampah tersebut menuntut perubahan pola pengelolaan yang tidak lagi berorientasi pada pembuangan akhir.

Dia juga bilang, pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengolahan, hingga pengelolaan residu menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan sistem yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, sambung Reni, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang semakin terbatas serta kebijakan penghentian sistem open dumping mendorong pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Sebagai salah satu solusi, dia menuturkan, Pemerintah Kota Depok melalui DLHK tengah mengembangkan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Reni menilai, teknologi tersebut memungkinkan sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri.

Selain RDF, dia mengungkapkan, pemerintah juga memperkuat berbagai program berbasis partisipasi masyarakat, seperti pemilahan sampah dari rumah tangga, pengembangan bank sampah, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pengolahan sampah organik, hingga Program Ember Biru.

Reni juga menyampaikan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan sampah.

Pertumbuhan kota dan pembangunan yang terus berlangsung juga memberi tekanan terhadap kualitas udara, sumber daya air, ruang terbuka hijau, serta ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim.

Reni menerangkan, DLHK Kota Depok saat ini juga menaruh perhatian pada pengendalian pencemaran udara, perlindungan kualitas air sungai dan air tanah, pengurangan risiko banjir melalui peningkatan fungsi daerah resapan.

Pelestarian keanekaragaman hayati perkotaan, serta upaya menekan emisi gas rumah kaca, termasuk gas metana dari sektor persampahan.Ujarnya.

Masih kata Reni , momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, lanjut Reni, menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan pada masa mendatang.

“Pada akhirnya, lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya warisan yang ingin kita nikmati saat ini, tetapi juga titipan yang harus kita jaga untuk generasi berikutnya,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *