SatuNet.co,Depok – Dinamika dalam proses pendaftaran calon Ketua Kadin Kota Depok yang sempat diwarnai isu dugaan ketidaksesuaian mahar hingga berujung pada pengulangan tahapan kini dipandang sebagai titik balik penting untuk melakukan pembenahan.
Terlepas dari benar atau tidaknya informasi yang berkembang, situasi ini menjadi refleksi bersama agar seluruh proses ke depan berjalan lebih transparan, adil, dan terbuka. Momentum ini juga dinilai sebagai peluang untuk memperkuat kualitas demokrasi organisasi.
Inisiator PINBAS MUI Kota Depok, Jiacep, menilai dibukanya kembali pendaftaran justru memberikan ruang lebih luas bagi hadirnya lebih dari satu kandidat dalam kontestasi Ketua Kadin Kota Depok. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi dinamika organisasi.
Sejumlah nama yang telah mencuat di ruang publik seperti Andi Tatang Supriadi, dr. Karlina, Dian Nurfarida, dan Rudi Malau disebut sebagai figur yang berpotensi meramaikan bursa pencalonan. Kehadiran berbagai kandidat dengan latar belakang dan gagasan berbeda dinilai mampu memperkaya arah kebijakan organisasi ke depan.
“Semakin banyak calon yang memiliki kapasitas dan gagasan, semakin menunjukkan bahwa KADIN Kota Depok adalah organisasi yang hidup, dinamis, dan memiliki daya tarik bagi para pelaku usaha,” ujar Jiacep pada Rabu (5/8/26).
Ia menyampaikan, kompetisi yang sehat bukan hanya menghadirkan adu gagasan, tetapi juga memperluas partisipasi anggota. Dengan keterlibatan yang lebih luas, tanggung jawab dalam membangun organisasi tidak lagi bertumpu pada segelintir pihak, melainkan menjadi kerja bersama.
Meski demikian, Jiacep mengingatkan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan agar kontestasi tidak berkembang menjadi polarisasi yang berpotensi memecah kebersamaan di internal organisasi.
“Yang tidak kalah penting, kontestasi ini jangan sampai melahirkan kubu-kubu yang saling berseberangan. Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KADIN Kota Depok harus mampu merangkul seluruh kandidat dan pendukungnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai para kandidat yang belum terpilih tetap memiliki peran strategis dalam perjalanan organisasi. Pengalaman, jaringan, serta gagasan yang dimiliki dinilai tetap relevan untuk mendorong kemajuan KADIN Kota Depok.
Menurutnya, tantangan ekonomi yang dihadapi Kota Depok tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi kuat antar pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Depok membutuhkan kolaborasi, bukan polarisasi. Tantangan ekonomi ke depan terlalu besar jika hanya ditangani oleh satu orang,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh elemen pengusaha untuk bersinergi dalam menghadirkan investasi baru, memperkuat sektor UMKM, membuka peluang kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Menutup pernyataannya, Jiacep berharap momentum Mukota tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan memperjelas arah organisasi ke depan.
Pada akhirnya, keberhasilan Mukota tidak semata ditentukan oleh siapa yang terpilih sebagai ketua, melainkan oleh kemampuan seluruh elemen dalam bekerja bersama demi kemajuan bersama.
“Siapa pun pemenangnya, yang harus menjadi pemenang sesungguhnya adalah KADIN Kota Depok dan kemajuan ekonomi masyarakat Kota Depok,” tutupnya











