PNJ Gelar Pekan Inovasi 2026, Dorong Inovasi Berdampak untuk Masa Depan Berkelanjutan

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Depok – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan Pekan Inovasi PNJ 2026 dengan mengusung tema “Innovation for Sustainable Future” pada 26–27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan PNJ lantai 3 ini menjadi wadah untuk mendorong, mengapresiasi, dan mendiseminasikan berbagai gagasan serta inovasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Pekan Inovasi PNJ 2026 diselenggarakan sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Melalui kegiatan ini, PNJ berupaya memperkuat budaya inovasi sekaligus meningkatkan wawasan sivitas akademika mengenai pentingnya hilirisasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pembuat kebijakan, peneliti, mahasiswa, civitas akademika, perguruan tinggi mitra, sekolah, industri, UMKM, startup, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun wawasan, jejaring, dan peluang pengembangan serta pemanfaatan inovasi. Rangkaian kegiatan meliputi keynote session, pemaparan materi narasumber, diskusi dan tanya jawab, presentasi peserta lomba inovasi, serta pameran inovasi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada hari pertama, Rabu (26/8/2026), kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana serta sambutan Direktur PNJ sekaligus pembukaan Pekan Inovasi. Pembukaan kemudian ditandai dengan seremoni pemukulan gong oleh Direktur PNJ dan sesi foto bersama.

Rangkaian acara hari pertama menghadirkan Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemendikti Saintek RI, sebagai keynote speaker dengan materi “From Innovation to Impact: Advancing Science and Technology for a Sustainable Future.” Sesi ini membahas peran sains, teknologi, dan inovasi dalam menjawab tantangan masa depan, penguatan ekosistem inovasi, serta pentingnya menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Rifelly Dewi Astuti, Kaprodi Magister Manajemen Universitas Indonesia, memberikan materi mengenai “Membangun UMKM dan Startup Berbasis Inovasi”, dengan moderator Dr. Linda Sari Wulandari, S.Hum., M.Hum. Sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.

Selain menghadirkan sesi berbagi wawasan, Pekan Inovasi PNJ 2026 juga memberikan ruang bagi peserta lomba inovasi dari siswa SMA/SMK dari seluruh Indonesia yang telah masuk nominasi untuk mempresentasikan karya inovasi mereka. Pada hari pertama, terdapat penjurian terhadap enam karya inovasi yang akan dipresentasikan, yaitu Le Gardien Vent, Eco Nova, Intelligent Renewable Energy, Marina, WoodFoam Board, dan BioFresh Pouch. Presentasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan gagasan dan solusi inovatif yang mereka kembangkan.

Selain kompetisi inovasi, Pekan Inovasi PNJ 2026 turut menghadirkan pameran inovasi dengan 25 peserta. Peserta pameran tidak hanya berasal dari PNJ, tetapi juga dari perguruan tinggi mitra, UMKM, dan startup. Berbagai inovasi yang ditampilkan memiliki keterkaitan dengan isu pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pameran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang interaksi dan kolaborasi antara inovator, akademisi, industri, dan masyarakat.

Memasuki hari kedua, Kamis (27/8), kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Dr. Prihatin Oktivasari, S.Si., M.Si., Kepala Pusat Unggulan Center of Excellence Artificial Intelligence Internet of Things (CAINT), dengan topik “Membangun Pusat Unggulan Iptek yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak.” Materi tersebut membahas penguatan ekosistem riset dan inovasi, pentingnya kolaborasi, serta strategi menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak.

Hari kedua juga diisi dengan presentasi Pusat Unggulan PNJ, yang terdiri atas CARE, CAINT, PUDEWI, AKSENT, PUTI, dan PUTOI. Selain itu, terdapat presentasi poster yang berkaitan dengan SDGs 1, 4, 8, 9, dan 17, serta presentasi booth mitra. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan penutupan Pekan Inovasi PNJ 2026.

Pekan Inovasi PNJ 2026 melibatkan berbagai unsur peserta, mulai dari siswa dan mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika PNJ, perguruan tinggi atau politeknik mitra, perwakilan industri, hingga pemangku kepentingan terkait pengembangan sains, teknologi, dan inovasi.

Melalui Pekan Inovasi PNJ 2026, PNJ berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat budaya inovasi sekaligus membangun ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi, mahasiswa, mitra, industri, UMKM, startup, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar menghasilkan gagasan dan karya baru, inovasi diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata, memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *