Pradi Supriatna Ajak Generasi Muda Mengedepankan Prasangka Baik

Rudi Irwanto

SatuNet.co,DEPOK – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menyampaikan kritik terhadap pemerintah, tetapi juga mampu memberikan masukan yang didasarkan pada fakta dan disertai solusi.

Menurut Pradi, kritik merupakan hak masyarakat yang dijamin undang-undang. Namun, penyampaiannya perlu dibarengi sikap konstruktif agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Pradi saat menghadiri kegiatan diskusi Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

“Mengkritik boleh, sah, ya, dan diatur dalam undang-undang, tapi tentu berlandaskan, ya, ada fakta dan tentu juga mungkin kita punya solusinya yang bisa kita sampaikan,” ujar Pradi.

Pradi menilai peringatan Sumpah Pemuda seharusnya menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk melihat kembali perannya di tengah masyarakat.

Baginya, semangat kepemudaan dapat diwujudkan melalui keterlibatan dalam diskusi dan upaya mencari penyelesaian atas persoalan yang dihadapi lingkungan sekitar.

Ia mencontohkan kegiatan diskusi bersama sebagai salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat.

“Kita bisa duduk bersama, ngobrol bareng, mendiskusikan apa-apa yang memang telah dan sedang akan dilaksanakan minimal buat lingkungan kita, buat kampung kita, buat kota kita,” katanya.

Pradi menegaskan, kontribusi terhadap bangsa tidak harus selalu diwujudkan melalui langkah besar. Tindakan sederhana yang dilakukan sesuai kemampuan masing-masing juga memiliki arti.

“Apa yang bisa kita berikan buat bangsa ini, buat negara ini. Sekecil apa pun sesuai dengan kemampuan, berikan,” ucapnya.

Selain mendorong partisipasi pemuda, Pradi menyoroti pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya menyerahkan urusan tersebut kepada aparat keamanan.

“Dalam menjaga ketertiban dan keamanan tentu kita enggak bisa hanya menyelesaikan atau memberikan tanggung jawab hanya kepada para teman-teman Polri dan TNI,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah, masyarakat, dan unsur lembaga lainnya memiliki peran masing-masing dalam menciptakan situasi yang aman.

Pradi juga mengajak masyarakat mengedepankan prasangka baik serta tetap mendoakan para pemimpin, tanpa menghilangkan ruang untuk menyampaikan kritik.

Sebagai tokoh pemuda Depok, Pradi turut menekankan pentingnya kemandirian dan optimisme dalam menentukan masa depan.

Ia berpandangan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata bergantung pada bantuan pihak lain, tetapi juga pada kemauan untuk berusaha.

“Yang bisa membuat kita sukses itu bukan dari orang lain, tapi diri kita sendiri. Mau apa tidak, ya. Bahwa takdir itu harus dijemput dan optimis,” tuturnya.

Pradi berharap momentum Sumpah Pemuda dapat memperkuat semangat kemandirian, kemampuan, dan kontribusi generasi muda.

Melalui semangat tersebut, ia mengajak pemuda mengambil peran nyata, dimulai dari lingkungan terdekat hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *