SatuNet,co,DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan dan Peningkatan Kualitas SPPG di Aula Edelweis lantai 5 Gedung Balai Kota, Kamis (5/11/26).
Rapat ini membahas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah.
Wakil Wali Kota Depok sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG, Chandra Rahmansyah mengatakan, pihaknya akan melibatkan perangkat daerah serta pemimpin wilayah untuk melalukan inspeksi ke 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
Oleh karena itu, hari ini Satgas Percepatan MBG mengumpulkan perwakilan Forkopimda, perangkat daerah beserta camat untuk membahas teknis pelaksanaan monitoring dan evaluasi guna memperkuat tata kelola distribusi makanan bergizi di wilayah.
“Kita akan susun tim teknis untuk inspeksi, paling lambat 6 November sudah selesai dan bisa langsung turun ke lapangan,” jelasnya dalam acara tersebut.
Ia menegaskan bahwa program prioritas pusat ini harus dipandang sebagai peluang besar bagi kemajuan kota.
Menurutnya, perputaran ekonomi dan aliran dana yang masif dari program MBG mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat khususnya kelompok rentan secara optimal.
Lebih lanjut dikatakannya, pengawasan operasional dapur akan dibagi ke dalam dua klaster untuk memastikan efektivitas peninjauan di lapangan.
Sebanyak 40 titik SPPG yang memerlukan perhatian khusus akan ditinjau secara langsung oleh Satgas tingkat kota, sementara 159 titik lainnya dikoordinasikan melalui pendampingan camat dan puskesmas setempat.
Pihaknya juga menekankan kelengkapan kriteria operasional, termasuk keaktifan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di setiap dapur.
Seluruh pengelola SPPG diwajibkan menyerahkan hasil uji laboratorium sampel air limbah guna memastikan pemenuhan baku mutu lingkungan hidup.
“Kami sudah bersurat ke seluruh dapur untuk pengecekan lab paling lambat Jumat, dan hasilnya keluar dua minggu lagi, sehingga penginputan data bisa berjalan tertib,” tegasnya.
Melalui pengawasan ketat ini, Pemkot Depok berharap seluruh warga dari kelompok rentan hingga anak-anak sekolah dapat menikmati makanan yang terjamin aman, higienis, dan bergizi tinggi.
Langkah ini juga diharapkan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Depok bebas stunting (zero new stunting) di masa depan.
“Semoga apa yang kita niatkan ikhtiar memastikan masyarakat kelompok rentan bisa dapat makanan aman bergizi, generasi ke depan unggul mudah-mudahan dicatat amal perbuatan baik,” tandas Chandra.











