Pendaftaran Calon Ketua Kadin Depok Dimulai Dari O-O

Rudi Irwanto

SatuNet.co,Depok – Panitia penyelenggara mengonfirmasi bahwa Bakal Calon (Bacalon) Ketua Kadin Kota Depok,resmi membuka kembali pendaftaran bakal calon ketua mulai Senin (3/8/2026) ini, hingga 30 hari ke depan.

Ketua Kadin Kota Depok sekaligus Penanggung Jawab Muskota VI, Miftah Sunandar menjelaskan, bahwa panitia telah menjalankan seluruh tahapan pendaftaran sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Memang ada beberapa hal yang belum sesuai dengan SKEP 215, yang merupakan pedoman resmi pelaksanaan Muskota Kadin,” tegas Miftah.

Masih kata Miftah , bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak, melainkan telah didokumentasikan secara resmi. Hal ini tertuang dalam Berita Acara Pelaksanaan dan Status Pendaftaran Bakal Calon Ketua Kadin Kota Depok Muskota VI Masa Bakti 2026-2031.

“Terhitung mulai Senin (3/8) ini, pendaftaran Bakal Calon Ketua Kadin Kota Depok kembali dibuka untuk umum bagi para anggota yang memenuhi kualifikasi.Dimulai dengan O-O

Pendaftaran tahap baru ini akan terus dibuka hingga batas waktu penutupan 30 hari jelang pelaksanaan Muskota,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Steering Committee (SC) Muskota VI, Rendi menjelaskan secara rinci terkait apa yang terjadi saat pengambilan berkas Calon Ketua Kadin Depok. “Saya jelaskan sedikit kronologis awalnya ya. Jadi, pada tanggal 31 itu kan pengembalian berkas pencalonan dan sudah dilakukan di Hotel Bumi Wiyata Depok,” kata Rendi. “Kemudian, salah satu tim pemenangannya Bu Dokter, yaitu Pak Wahyu, saat itu menarik saya ke belakang (Hotel). Dia bilang, kata arahan dari Kadin Jawa Barat, Bu Dokter suruh ngasih uang Rp50 juta,” ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Rendi kemudian mencari tahu siapa orang yang berkoordinasi dengan Dokter Karlina. “Marah dong saya. Itu perintah dari mana? Kadin Jawa Baratnya siapa orangnya? Saya bilang begitu. Nah, itu dia, Pak Wahyu juga tidak tahu orang dari Kadin Jawa Barat nya itu siapa, Bu Dokter ini berkoordinasi dengan siapa,” kata Rendi.

Akhirnya, Rendi memanggil Dokter Karlina untuk meminta penjelasan dan maksud dari tim pemenangannya tersebut. “Akhirnya datang lah Bu Dokter. Saya tanya, siapa yang memerintahkan ngasih kepada panitia itu Rp50 juta. Saya minta telepon hari itu juga orangnya, ternyata oknum. Memang dia mungkin pengurus Kadin di Jawa Barat, tapi yang tidak selalu berkoordinasi dengan kepanitiaan di Jawa Barat,” kata Rendi.

“Nah, clear lah masalah disitu segala macam. Ya sudah lah, kita kasih penyerahan berkas saja dulu. Tapi kita tunggu sampai pukul 17:00 WIB, kalau duit tidak masuk ke rekening panitia, mohon maaf, sorry to say Bu Dokter saya tidak akan lanjutkan,” tegasnya.

Setelah acara pada hari itu selesai, kemudian pihak panitia dengan tim pemenangan Dokter Karlina melaksanakan rapat kecil membahas masalah uang mahar Rp375 juta yang sebenarnya harus diserahkan oleh Calon Ketua Kadin Kota Depok.

“Ya sudah. Akhirnya dia tarik kembali tuh berkasnya. Dia tidak mau memberi kepada panitia mahar sebesar Rp375 juta dan dia menarik berkasnya kembali.

Bukannya kita yang menahan berkasnya, tetapi dia yang menarik kembali,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Dokter Karlina memastikan tetap maju dalam perhelatan Muskota Kadin Kota Depok 2026.

Dokter Karlina dikabarkan mengambil kembali berkas pencalonan yang telah diserahkan. Bahkan, dia turut melaporkan panitia Muskota Kadin Kota Depok kepada Kadin Provinsi Jawa Barat.

Dokter Karlina mengungkapkan, terdapat hal yang membuatnya keberatan dalam proses pengembalian formulir tersebut, sehingga dia memilih menarik berkas dan melaporkannya ke Kadin Provinsi Jawa Barat. “Isi suratnya saya keberatan terhadap situasi kemarin pada saat pengembalian formulir, karena berita acara yang saya mintakan tidak dibuatkan kemarin langsung,” ungkap Dokter Karlina.

Meski begitu, Dokter Karlina menegaskan, dirinya tak akan mundur dalam perhelatan Muskota Kadin Kota Depok 2026.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *